Selasa, 04 Mei 2010

CERITA TENTANG CERITA HEBAT

Dua ratus tahun yang lalu hidup seorang muda di Skotlandia yang bernama Alexander Selkirk. Dia suka bertengkar dan tidak beraturan. Dia sering membuat masalah diantara tetangganya.

Karena alasan itu banyak orang yang senang saat dia keluar dari rumah dan pergi berlayar.”Kami berharap dia akan mendapatkan yang layak dia terima,” kata mereka.

Dia besar dan kuat dan segera menjadi pelayar yang baik. Tetapi dia masih keras kepala dan bertemperamen jelek; dia sering bermasalah dengan pelaut lainnya.

Pada saat kapal berlayar di Laut Pasifik yang besar, itu sekitar empat ratus mil dari laut Amerika Selatan. Kemudian sesuatu terjadi saat Selkirk melakukan yang tidak suka. Dia menjadi sangat marah. Dia bertengkar dengan dengan pelaut lainnya dan bahkan dengan kaptennya.

“Saya lebih baik hidup sendiri di pulau sepi dari pada menjadi pelaut di kapal ini,” katanya.

“Baiklah,” jawab kaptennya.”Kami akan menurunkan kamu ditepi pantai pada pulau pertama yang kita lihat.”

“Lakukanlah,” kata Selkirik.”Kamu tidak dapat lebih menyenangkan saya.”

Hari berikutnya mereka datang melihat sebuah pulau hijau kecil. Ada hutan kecil dekat tepi pantai, dan bukit yang tinggi diantara mereka.

“Apa nama pulau ini?” tanya Selkirk.


“Juan Fernandez,” kata kapten.

“Turunkan saya di tepi pantai dan tinggalkan saya disana. Berikan saya beberapa alat dan beberapa makanan, dan saya akan melakukan sebaiknya,” kata pelaut.

“Itu akan dilakukan,” jawab kapten.

Jadi mereka mengisi perahu kecil dengan sesuatu yang akan paling dia butuhkan--- sebuah kapak, cangkul, ceret dan beberapa lainnya. Mereka juga menaruh beberpa roti dan daging dan makanan lainnya, cukup untuk beberapa minggu.
Kemudian empat pelaut mengayuh kapal itu ke tepi pantai dan meninggalkan dia disana.

Alexander Silkirik sendirian di pulau itu. Dia mulai melihat bagaimana kebodohon yang dia lakukan; dia pikir betapa mengerikannya hidup disana tanpa seorang teman, tanpa seseorang yang dapat dia ajak bicara.

Dia memanggil pelaut itu dengan keras dan ke kapten.” Oh, jangan tinggalkan saya disini. Bawa saya kembali, dan saya tidak akan memberikan masalah lagi.”

Tetapi mereka tidak mendengarkannya. Kapal terus berlayar dan segera hilang dari pandangan.

Kemudian Selkirk mulai bekerja untuk membuat sesuatu yang terbaik. Dia membuat pondok kecil untuknya berlindung pada malam hari dan cuaca yang berangin. Dia menanam sebuah taman kecil. Ada babi dan kambing di pulau itu, dan banyak ikan yang dapat ditangkap di tepi pantai. Kadang kala dia melihat kapal berlayar di kejauhan. Dia mencoba membuat sinyal ke mereka; dia memanggil dengan keras sebisanya; tetapi dia tidak melihat ataupun mendengar dan kapal tidak datang mendekat.

“Jika saya memiliki keberuntungan yang baik untuk keluar dari pulau ini,” katanya, “Saya akan menjadi baik dan melayani semua orang. Saya akan mencoba berteman walaupun dengan musuh.”

Setelah empat tahun dan empat bulan tinggal sendirian di pulau. Kemudian dengan kegembiraan yang besar, sebuah kapal datang mendekat dan membuang sauh di pelabuhan kecil.

Dia mengetahuinya, dan kapten dengan sepenuh hati bersedia membawanya kembali ke negrinya. Saat dia sampai Skotlandia semua orang ingin mendengar dia mengatakan petualangannya dan dia segera menjadi terkenal.

Di Inggris ada seorang yang hidup yang bernama Daniel Defoe. Dia adalah seorang penulis buku. Dia sudah menulis banyak cerita dimana pada saat itu orang suka membacanya.
Saat Daniel Defoe mendengar bagaimana Selkirk tinggal sendiri di pulau Juan Fernandez, dia mengatakan pada dirinya: ini adalah sesuatu yang berharga untuk diceritakan. Cerita Alexander Selkrik sangat menyenangkan.”

Jadi dia duduk dan menulis cerita yang indah, yang disebutnya "Petualangan Robinson Crusoe."

Semua orang sudah mendengar Robinson Crusoe. Banyak anak laki-laki dan pastinya anak perempuan yang membaca cerita ini.

Saat seorang anak, dia suka berdiri di sungai dan melihat kapal lewat berlayar. Dia penasaran kemanakah mereka akan pergi. Dia berbicara dengan beberapa pelaut. Mereka mengatakan padanya tentang pulau asing yang pernah mereka kunjungi jauh di lautan. Mereka mengatakan padanya tentang sesuatu yang indah yang mereka pernah lihat disana. Dia sangat senang.

“Oh, saya harap saya dapat menjadi pelaut!” katanya.

Dia tidak dapat memikirkan hal lainnya. Dia berfikir bagaimana sesungguhnya akan berlayar dan berlayar di laut biru yang luas. Dia berpikir bagaimana akan menyenangkannya mengunjungi negara asing dan melihat orang-orang asing.

Saat dia bertumbuh, ayahnya berharap dia belajar suatu perdagangan.

“Tidak, tidak, saya akan menjadi pelaut; saya akan pergi melihat dunia” katanya. Ibunya berkata padanya :”hidup seorang pelaut adalah hidup yang keras. Ada badai besar di laut. Banyak kapal rusak dan pelaut yang tenggelam.” “Saya tidak takut” kata Robinson Crusoe. “ Saya akan menjadi pelaut dan tidak lainnya.”

Kemudian, saat dia berumur delapan belas tahun, dia pergi keluar dari rumahnya yang menyenangkan dan pergi berlayar.

Dia segera mendapati bahwa perkataan ibunya benar.

Kehidupan pelaut tentu saja merupakan kehidupan yang keras. Tidak ada waktu untuk bermain. Setiap hari banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kadangkala ada bahaya besar.

Robinson Crusoe pertama kali berlayar di satu kapal dan kemudian kapal lainnya. Dia mengunjungi banyak pulau dan melihat banyak hal indah.

Suatu hari ada badai besar. Kapal bergerak oleh angin; dan rusak. Semua pelaut tenggelam kecuali Robinson Crusoe.

Dia berenang ke satu pulau yang tidak jauh. Dan itu merupakan pulau kecil dan tidak ada seorangpun yang tinggal. Tetapi ada burung di hutan dan beberapa kambing liar di bukit.

Untuk beberapa lama Robinson Crusoe sendirian. Dia hanya mempunyai anjing dan beberapa kucing untuk menemaninya. Kemudian dia melatih burung beo dan beberapa kambing.

Dia membangun sebuah rumah dari beberapa kayu dan tumbuhan merambat. Dia menabur padi dan memanggang roti. Dia membuat kapal untuk dirinya. Dia melakukan banyak hal besar. Dia sibuk setiap hari.

Dan akhirnya sebuah kapal melewati jalannya dan Robinson diambil ke kapal. Dia senang untuk kembali ke Inggris dan melihat rumahnya dan temannya sekali lagi.

Itulah cerita yang ditulis Mr.Defoe. Mungkin dia tidak pernah memikirkannya, dia belum pernah mendengar cerita sebenarnya dari Alexander Selkirk.

0 komentar:

Poskan Komentar